ShoutMix chat widget

YOUR POST TITLE

Posted by AUTHOR
MM-DD-YY

YOUR POST TITLE

Posted by AUTHOR
MM-DD-YY

YOUR POST TITLE

Posted by AUTHOR
MM-DD-YY

YOUR POST TITLE

Posted by AUTHOR
MM-DD-YY

YOUR POST TITLE

Posted by AUTHOR
MM-DD-YY

PERAHU TRADISIONAL DALAM KENANGAN SEJARAH MARITIM

posting by: ITS Maritime Challenge Sabtu, 13 Februari 2010

Perahu kayu Yole de Bantry yang akan dibawa ke kompetisi Maritime Challenge di Kanada. (AMELIA/THE EPOCH TIMES)SURABAYA — Untuk kali kedua galeri seni CCCL dan House of Sampoerna berkolaborasi mengadakan pameran bersama. Kedua galeri yang eksis untuk menampilkan dan memerkenalkan berbagai karya seni budaya baik dari luar negeri maupun lokal pada khalayak Surabaya. Kali ini mereka memamerkan foto yang bertema bahari. Pameran berlangsung mulai 21 Januari – 5 Februari 2010 serentak di kedua galeri.
Pameran di galeri CCCL Surabaya Rabu (20/1) lalu mengawali dengan penampilan foto karya Paul Piollet dari Prancis bertema “Perahu Layar Nusantara (Jawa Timur dan Madura)”. Paul seorang Prancis yang sejak 1970, bekerja di suatu perusahaan minyak di Indonesia, yang kemudian jatuh cinta pada bentuk-bentuk kapal layar tradisional setempat.
Menurutnya kapal-kapal tersebut memiliki seni artistik dan khas. Paul lebih menilai kapal-kapal Indonesia lebih indah, menjadi obyek yang menarik bagi fotografer amatir seperti dirinya. Meski di Negara asalnya juga memiliki perahu layar tradisional yang sama.
“Perahu layar Indonesia pada waktu itu menjadi obyek foto, bagi saya sangat indah. Memiliki nilai artistik yang tinggi. Terutama dari Madura yang memiliki ukiran dan layar dengan bentuk yang unik dan beragam. Lalu saya juga mengabadikan kegiatan-kegiatan maritim yang ada pada waktu itu. Seperti kapal transportasi, perahu nelayan dan lain-lain.” Jelasnya dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata.





Paul juga menyayangkan karena banyak dari bentuk-bentuk kapal tersebut sudah punah dan digantikan oleh kapal atau perahu motor. Dapat dikatakan foto-foto hasil jepretan Paul telah mengabadikan bentuk-bentuk kapal tradisional yang ada di Indonesia.
Senasib kapal-kapal di kota Marseille perahu tradisional yang digunakan





untuk menangkap ikan di





pantai dan banyak ditemui di pelabuhan-pelabuhan. Perahu-perahu ini telah menjadi bagian dari pemandangan kota lebih dari seabad. Unsur warisan maritim lokal yang tidak mungkin bisa dilewatkan dan tidak terpisahkan keberadaannya dari pelabuhan-pelabuhan di Marseille. Perahu ini melambangkan perpaduan budaya yang menjadi ciri khas sejak zaman bahari pelabuhan Marseille dan sektor nelayan di Mediterania, merupakan bagian warisan kelautan “Euro-Mediterania”.









KIRI: Perahu layar tradisional Nusantara. KANAN: Perahu tradisional Marseille. (AMELIA/THE EPOCH TIMES)
Sebagian besar kapal-kapal itu sekarang hanya menjadi cerita sejarah. Dan kita dapat menyaksikannya kembali dalam foto hasil karya Patrix Box di galeri House of Sampoerna. Diharapkan dengan pameran tersebut dapat memberikan inspirasi bagi kota Surabaya yang juga merupakan kota maritim. Menjadikan pelabuhan sebagai salah satu tempat tujuan wisata.
“Kami berharap tentunya agar pameran ini juga dapat memberikan inspirasi untuk dapat menjadikan kota Surabaya yang juga kota pelabuhan menjadi kota tujuan wisata. Juga dapat melestarikan kapal-kapal nelayan tradisional yang memiliki bentuk yang unik dan khas.” Ungkap Ina Silas GM House of Sampoerna saat membuka pameran Kamis (21/01).
Masih dalam rangkaian acara ini, mahasiswa ITS yang tergabung dalam UKM maritime ITS yang mendedikasikan diri untuk Indonesia ikut kejuaraan Maritime Challenge.
Memamerkan perahu ’Yole de Bantry’ dari Indonesia buatan mereka, yang telah berulangkali memenangkan kompetisi « Maritime Challenge », untuk kembali berlomba pada « Maritime Challenge » 2010 di Kanada nanti.
’Yole de Bantry’’ merupakan perahu kayu yang secara prinsip bermanuver dengan dayung dan layar. Perahu asal Prancis ini digunakan saat perang pada era Napole├│n oleh armada laut Prancis dan Inggris. Pada 1986, Lance Lee asal Amerika dan Fran├žais Bernard Cadoret asal Prancis, memutuskan untuk mempopulerkannya dan menyelenggarakan kompetisi persahabatan bagi para pemuda.
Sejumlah mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yang tergabung dalam tim “Maritime Challenge” telah menjadi perwakilan Indonesia pada 4 kompetisi internasional “Maritime Challenge” yakni pada 2002 di Rockland-Maine (AS), 2004 di Toulon (Prancis), 2006 di Genoa (Italia), dan pada 2008 di Jakobstad (Finlandia). (Amelia/ET_Sby)



0 komentar

Poskan Komentar

Online Nimbuzz Via Miranda

Posted by Romeo_must_die
27-08-2010

Membuat Aplikasi Chat dengan VB

Posted by Romeo_must_die
23-03-2010

YOUR POST TITLE

Posted by AUTHOR
MM-DD-YY

YOUR POST TITLE

Posted by AUTHOR
MM-DD-YY

YOUR POST TITLE

Posted by AUTHOR
MM-DD-YY